Subdomain adalah bagian tambahan dari domain utama yang digunakan untuk memisahkan atau mengelompokkan konten tertentu dalam sebuah website. Jika kamu memiliki domain utama seperti https://hoscerki.my.id/, maka subdomain bisa dibuat menjadi blog. hoscerki.my.id, shop. hoscerki.my.id, atau member. hoscerki.my.id. Di cPanel, fitur subdomain ini memudahkan kamu untuk membuat “cabang” website tanpa harus membeli domain baru, sehingga lebih hemat dan praktis.
Fungsi utama subdomain adalah untuk mengatur struktur website agar lebih rapi dan mudah dikelola. Misalnya, kamu ingin memisahkan blog dari website utama, maka kamu bisa menggunakan blog. hoscerki.my.id khusus untuk artikel. Atau jika kamu memiliki toko online, kamu bisa membuat shop. hoscerki.my.id agar pengunjung langsung fokus ke halaman penjualan. Dengan cara ini, setiap bagian website terasa lebih profesional dan terorganisir.
Melalui cPanel, kamu bisa mengelolanya dengan sangat mudah, bahkan tanpa perlu keahlian teknis yang mendalam. Cukup beberapa klik, subdomain sudah aktif dan bisa langsung digunakan sesuai kebutuhan. Selain itu, setiap subdomain biasanya terhubung ke folder tersendiri di hosting, sehingga kamu bisa mengatur file, tampilan, dan kontennya secara terpisah dari domain utama seperti hoscerki.my.id.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Subdomain?
Menggunakan subdomain bukan hanya soal teknis, tapi juga strategi dalam mengelola website agar lebih rapi, mudah dipahami, dan nyaman diakses oleh pengunjung. Tidak semua website harus memakai subdomain, tetapi dalam kondisi tertentu, penggunaan ini justru bisa sangat membantu. Berikut beberapa situasi yang tepat untuk menggunakannya:
1. Saat Ingin Memisahkan Jenis Konten yang Berbeda
Ketika website kamu memiliki beberapa jenis konten dengan tujuan yang berbeda, sebaiknya dipisahkan agar tidak tercampur. Misalnya, kamu memiliki website utama untuk profil pribadi di hoscerki.my.id, lalu ingin membuat bagian khusus untuk artikel atau tulisan.
Gambarannya seperti sebuah rumah besar dengan banyak ruangan. Jika semua aktivitas dilakukan di satu ruangan, tentu akan terasa sempit dan berantakan. Namun jika setiap aktivitas punya ruangan sendiri, semuanya jadi lebih teratur. Begitu juga dengan website—pemisahan ini membantu pengunjung menemukan apa yang mereka cari dengan lebih cepat.
Selain itu, pemisahan konten juga memudahkan kamu dalam mengatur tampilan. Bagian artikel bisa memiliki desain berbeda dari halaman utama tanpa saling mengganggu, sehingga terlihat lebih profesional.
2. Saat Membuat Website dengan Fungsi Khusus
Jika kamu ingin membuat bagian website dengan fungsi tertentu, seperti forum diskusi, halaman anggota, atau area khusus pengguna, maka penggunaan subdomain sangat disarankan. Bayangkan sebuah pusat kebugaran yang memiliki area umum dan area khusus member. Tidak semua orang bisa masuk ke area tertentu, dan memang dirancang agar lebih privat. Dengan konsep ini, kamu bisa mengatur siapa saja yang bisa mengakses bagian tertentu di website.
Fungsi khusus seperti ini sering membutuhkan sistem atau pengaturan yang berbeda. Dengan pemisahan yang jelas, pengelolaan menjadi lebih mudah dan tidak mengganggu bagian lain dari website.
3. Saat Ingin Mengelola Tim atau Proyek Secara Terpisah
Jika website kamu dikelola oleh beberapa orang atau tim, memisahkan area kerja bisa membuat semuanya lebih terorganisir. Misalnya, satu tim fokus mengelola konten, sementara tim lain menangani bagian utama.
Gambarannya seperti sebuah kantor dengan beberapa divisi. Setiap divisi memiliki ruang kerja sendiri agar tidak saling mengganggu. Dengan cara ini, setiap tim bisa fokus pada tugasnya masing-masing tanpa tercampur.
Selain itu, pemisahan ini juga memudahkan dalam pengaturan akses. Kamu bisa memberikan izin hanya pada bagian tertentu tanpa harus membuka seluruh website ke semua orang.
4. Saat Ingin Menguji Fitur atau Desain Baru
Sebelum menerapkan perubahan besar pada website utama, ada baiknya kamu melakukan percobaan terlebih dahulu. Di sinilah subdomain bisa digunakan sebagai tempat uji coba.
Gambarannya seperti seorang koki yang mencoba resep baru di dapur kecil sebelum menyajikannya ke pelanggan. Dengan cara ini, kamu bisa memastikan semuanya berjalan dengan baik tanpa mengganggu pengalaman pengunjung di website utama.
Hal ini sangat penting terutama jika website kamu sudah memiliki banyak pengunjung. Kesalahan kecil di halaman utama bisa berdampak besar, jadi lebih aman jika diuji terlebih dahulu di tempat terpisah.
5. Saat Menargetkan Audiens atau Wilayah yang Berbeda
Jika kamu memiliki pengunjung dari berbagai latar belakang, kamu bisa menyesuaikan konten agar lebih relevan dengan kebutuhan mereka. Bayangkan sebuah toko yang melayani pelanggan dari berbagai negara. Agar lebih nyaman, toko tersebut menyediakan layanan dalam berbagai bahasa. Dengan begitu, pelanggan merasa lebih dimengerti dan tidak kebingungan.
Dengan pendekatan ini, pengunjung akan mendapatkan pengalaman yang lebih personal. Mereka tidak perlu mencari-cari informasi karena semuanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
6. Saat Ingin Meningkatkan Fokus dan Pengalaman Pengguna
Terkadang, terlalu banyak informasi dalam satu website bisa membuat pengunjung bingung. Dengan memisahkan bagian tertentu, kamu bisa menciptakan pengalaman yang lebih fokus.
Gambarannya seperti sebuah perpustakaan. Jika semua buku dicampur tanpa kategori, akan sulit menemukan buku yang diinginkan. Namun jika sudah dikelompokkan, semuanya jadi lebih mudah diakses.
Dengan pengalaman yang lebih terarah, pengunjung cenderung betah dan lebih mudah mencapai tujuan mereka saat menjelajahi website.
7. Saat Membutuhkan Pengelolaan Teknis yang Berbeda
Beberapa bagian website mungkin membutuhkan pengaturan teknis yang berbeda, seperti penggunaan sistem atau aplikasi tertentu. Dengan subdomain, kamu bisa mengatur hal tersebut tanpa mempengaruhi bagian utama.
Gambarannya seperti menggunakan perangkat berbeda untuk kebutuhan yang berbeda. Kamu mungkin menggunakan satu alat untuk bekerja dan alat lain untuk hiburan. Masing-masing punya fungsi sendiri tanpa saling mengganggu.
Dengan memahami kapan sebaiknya menggunakan subdomain, kamu bisa mengelola website WordPress, atau lainnya dengan lebih efektif dan terstruktur. Penggunaan yang tepat tidak hanya memudahkan dari sisi pengelolaan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengunjung saat mengakses website kamu.
Pengaruh Subdomain terhadap SEO yang perlu diketahui.
Penggunaan subdomain sering menimbulkan pertanyaan, terutama terkait dampaknya terhadap SEO (Search Engine Optimization). Banyak yang mengira bahwa penggunaan subdomain bisa langsung meningkatkan atau justru menurunkan peringkat di mesin pencari. Padahal, pengaruhnya tidak sesederhana itu. Yang perlu dipahami, mesin pencari seperti Google memperlakukan subdomain sebagai entitas yang bisa berdiri sendiri, meskipun masih terhubung dengan domain utama seperti hoscerki.my.id.
1. Subdomain Dianggap sebagai Website Terpisah
Dalam banyak kasus, mesin pencari menganggap subdomain sebagai website yang berbeda dari domain utama. Artinya, setiap subdomain memiliki “nilai SEO” sendiri, seperti otoritas, backlink, dan performa konten.
Gambarannya seperti membuka cabang usaha baru. Meskipun masih berada di bawah satu brand, cabang tersebut tetap harus membangun reputasinya sendiri dari awal. Begitu juga dengan subdomain—ia tidak selalu langsung mewarisi kekuatan SEO dari domain utama.
Namun, ini juga bisa menjadi keuntungan. Jika kamu ingin menargetkan topik yang sangat berbeda, subdomain bisa membantu kamu fokus tanpa mengganggu niche utama website.
2. Membantu Fokus pada Kata Kunci Tertentu
Subdomain bisa digunakan untuk menargetkan kata kunci atau topik tertentu secara lebih spesifik. Misalnya, jika website utama membahas berbagai hal, kamu bisa membuat bagian khusus untuk topik tertentu agar lebih fokus.
Gambarannya seperti sebuah toko yang memiliki bagian khusus untuk produk tertentu. Dengan penataan seperti ini, pengunjung lebih mudah menemukan apa yang mereka cari, dan mesin pencari juga lebih mudah memahami topik utama dari bagian tersebut.
Dengan fokus yang lebih jelas, peluang untuk mendapatkan peringkat yang baik di mesin pencari bisa meningkat, terutama jika kontennya konsisten dan relevan.
3. Risiko Terbagi-nya Kekuatan SEO
Salah satu kekurangan penggunaan subdomain adalah potensi terbagi-nya kekuatan SEO. Karena dianggap sebagai entitas terpisah, backlink dan otoritas tidak selalu langsung terbagi secara maksimal antara domain utama dan subdomain.
Gambarannya seperti membagi tenaga ke beberapa proyek sekaligus. Jika tidak dikelola dengan baik, hasilnya bisa kurang maksimal dibandingkan jika fokus pada satu proyek saja.
Oleh karena itu, penting untuk memiliki strategi yang jelas. Jangan membuat subdomain hanya karena ingin mencoba, tetapi pastikan ada tujuan yang kuat dan perencanaan yang matang.
4. Bisa Meningkatkan Pengalaman Pengguna
Struktur website yang rapi dan terorganisir akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung. Ini secara tidak langsung berdampak positif pada SEO, karena mesin pencari juga mempertimbangkan kenyamanan pengguna.
Gambarannya seperti sebuah mall yang tertata dengan baik. Pengunjung bisa dengan mudah menemukan toko yang mereka cari tanpa kebingungan. Semakin nyaman pengalaman mereka, semakin besar kemungkinan mereka akan kembali.
Dengan penggunaan subdomain yang tepat, pengunjung bisa langsung menuju bagian yang mereka butuhkan tanpa harus mencari-cari di dalam satu website yang penuh dengan berbagai topik.
5. Cocok untuk Strategi Internasional atau Multi-Bahasa
Jika kamu ingin menargetkan pengunjung dari berbagai negara atau bahasa, subdomain bisa menjadi solusi yang efektif. Setiap versi bahasa bisa diatur secara terpisah sehingga lebih mudah dioptimalkan.
Gambarannya seperti menyediakan layanan dalam berbagai bahasa di sebuah tempat layanan publik. Setiap orang akan merasa lebih nyaman jika dilayani dengan bahasa yang mereka pahami.
Strategi ini juga membantu mesin pencari memahami target audiens dari setiap bagian website, sehingga lebih mudah ditampilkan kepada pengguna yang sesuai.
6. Membutuhkan Optimasi SEO Secara Terpisah
Karena dianggap sebagai entitas yang berbeda, subdomain membutuhkan usaha SEO yang terpisah. Mulai dari pembuatan konten, optimasi kata kunci, hingga pembangunan backlink harus dilakukan secara mandiri.
Gambarannya seperti mengelola beberapa akun media sosial. Meskipun milik orang yang sama, setiap akun tetap perlu dikelola secara aktif agar berkembang.
Hal ini memang membutuhkan usaha lebih, tetapi jika dilakukan dengan benar, hasilnya juga bisa maksimal dan bahkan membuka peluang baru.
7. Tidak Selalu Lebih Baik dari Subfolder
Dalam beberapa kasus, penggunaan subfolder (folder di dalam domain utama) bisa lebih menguntungkan dari sisi SEO dibandingkan subdomain. Ini karena subfolder langsung berada di bawah domain utama dan cenderung lebih mudah mewarisi kekuatan SEO.
Gambarannya seperti menambahkan ruangan baru di dalam rumah yang sama, dibandingkan membangun rumah baru di sebelahnya. Ruangan baru masih mendapatkan fasilitas yang sama dari rumah utama.
Namun, pilihan terbaik tetap tergantung pada kebutuhan website kamu. Jika tujuan utamanya adalah pemisahan yang jelas dan pengelolaan yang fleksibel, subdomain tetap menjadi pilihan yang tepat.
Dengan memahami pengaruh subdomain terhadap SEO, kamu bisa menentukan strategi yang paling sesuai untuk website kamu. Tidak ada pilihan yang mutlak benar atau salah—semuanya tergantung pada tujuan, struktur, dan cara kamu mengelola website tersebut.
Tips Mengoptimalkan Subdomain untuk Website.
Menggunakan subdomain saja belum cukup untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tanpa pengelolaan yang tepat, subdomain justru bisa kurang efektif dan sulit berkembang. Oleh karena itu, kamu perlu memahami beberapa tips penting agar subdomain yang kamu buat bisa memberikan manfaat terbaik, baik untuk pengunjung maupun performa website secara keseluruhan.
1. Tentukan Tujuan yang Jelas Sejak Awal
Sebelum membuat subdomain, pastikan kamu sudah memiliki tujuan yang jelas. Apakah untuk blog, halaman khusus, area member, atau proyek tertentu. Tujuan ini akan mempengaruhi struktur, desain, hingga strategi konten yang akan kamu gunakan.
Gambarannya seperti membangun sebuah toko. Jika dari awal sudah jelas ingin menjual apa, maka penataan toko, dekorasi, dan strategi pemasaran akan lebih terarah. Sebaliknya, jika tanpa tujuan, hasilnya bisa berantakan dan membingungkan pengunjung.
Dengan tujuan yang jelas, kamu juga bisa menghindari pembuatan subdomain yang tidak perlu dan sulit dikelola di kemudian hari.
2. Gunakan Nama yang Singkat dan Mudah Diingat
Nama subdomain sebaiknya sederhana, singkat, dan mudah diingat oleh pengunjung. Hindari penggunaan nama yang terlalu panjang atau sulit dibaca.
Gambarannya seperti memberi nama toko. Nama yang sederhana akan lebih mudah diingat dan lebih cepat dikenal oleh orang lain. Jika terlalu rumit, orang akan kesulitan mengingatnya.
Nama yang baik juga membantu meningkatkan kepercayaan pengunjung, karena terlihat lebih profesional dan rapi.
3. Pisahkan Konten Sesuai Kategori atau Fungsi
Pastikan setiap subdomain memiliki fokus yang jelas dan tidak tumpang tindih dengan bagian lain. Jangan mencampur berbagai jenis konten dalam satu subdomain tanpa struktur yang jelas.
Gambarannya seperti sebuah perpustakaan yang mengelompokkan buku berdasarkan kategori. Jika semua buku dicampur, akan sulit bagi pengunjung untuk menemukan yang mereka cari.
Dengan pemisahan yang rapi, pengunjung akan lebih nyaman dan mesin pencari juga lebih mudah memahami isi website kamu.
4. Optimalkan SEO Secara Mandiri
Karena subdomain sering dianggap sebagai entitas terpisah, kamu perlu melakukan optimasi SEO secara khusus. Mulai dari penggunaan kata kunci, pembuatan konten berkualitas, hingga optimasi kecepatan website.
Gambarannya seperti mengelola akun media sosial yang berbeda. Masing-masing akun membutuhkan perhatian agar bisa berkembang dan menjangkau lebih banyak audiens.
Pastikan setiap subdomain memiliki konten yang relevan dan konsisten agar mudah dikenali oleh mesin pencari.
5. Perhatikan Kecepatan dan Performa Website
Kecepatan loading sangat berpengaruh terhadap pengalaman pengguna dan SEO. Pastikan subdomain kamu memiliki performa yang baik dan tidak lambat saat diakses.
Gambarannya seperti jalan raya. Jika jalannya lancar, orang akan nyaman melewatinya. Namun jika macet, orang akan cepat merasa kesal dan memilih jalan lain.
Gunakan gambar yang sudah dioptimasi, hindari penggunaan script berlebihan, dan pilih konfigurasi yang tepat agar website tetap ringan.
6. Gunakan Desain yang Konsisten dengan Website Utama
Meskipun dipisahkan, sebaiknya tampilan subdomain tetap memiliki kesamaan dengan website utama agar terlihat sebagai satu kesatuan brand.
Gambarannya seperti cabang toko dari satu merek yang sama. Meskipun berada di lokasi berbeda, desain dan nuansanya tetap mirip agar mudah dikenali.
Konsistensi ini membantu membangun kepercayaan pengunjung dan memperkuat identitas website kamu.
7. Kelola Internal Link dengan Baik
Hubungkan subdomain dengan domain utama menggunakan internal link yang jelas dan relevan. Ini membantu pengunjung berpindah dari satu bagian ke bagian lain dengan mudah.
Gambarannya seperti jalur penghubung antar ruangan dalam sebuah gedung. Jika jalurnya jelas, orang tidak akan tersesat.
Selain itu, internal link juga membantu mesin pencari memahami hubungan antar halaman dalam website kamu.
8. Gunakan SSL untuk Keamanan
Pastikan subdomain kamu sudah menggunakan HTTPS atau SSL agar data pengunjung lebih aman. Ini juga menjadi salah satu faktor penting dalam SEO.
Gambarannya seperti pintu yang memiliki kunci pengaman. Pengunjung akan merasa lebih aman saat masuk ke dalam.
Website yang aman juga lebih dipercaya oleh mesin pencari dan cenderung memiliki peringkat yang lebih baik.
9. Lakukan Monitoring dan Evaluasi Secara Berkala
Setelah subdomain aktif, jangan dibiarkan begitu saja. Lakukan pemantauan secara rutin untuk melihat performa, jumlah pengunjung, dan perkembangan konten.
Gambarannya seperti merawat tanaman. Jika rutin disiram dan diperhatikan, tanaman akan tumbuh dengan baik. Jika dibiarkan, bisa saja layu atau tidak berkembang.
Gunakan tools analitik untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan terus lakukan pengembangan.
Dengan menerapkan berbagai tips mengoptimalkan subdomain untuk website di atas, kamu bisa memaksimalkan fungsinya secara efektif. Pengelolaan yang baik tidak hanya membantu dari sisi teknis, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengunjung serta potensi perkembangan website kamu ke depannya.
Keamanan Subdomain di cPanel yang Perlu Diperhatikan.
Mengelola subdomain tidak hanya soal membuat dan mengatur konten, tetapi juga memastikan keamanannya tetap terjaga. Banyak pengguna yang fokus pada tampilan dan fungsi, namun lupa bahwa setiap subdomain juga memiliki potensi risiko jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memahami beberapa aspek keamanan agar website tetap aman dan terhindar dari masalah yang tidak diinginkan.
1. Gunakan SSL (HTTPS) untuk Setiap Subdomain
Setiap subdomain sebaiknya menggunakan SSL atau HTTPS agar data yang dikirim antara pengunjung dan server tetap aman. Tanpa SSL, informasi bisa lebih mudah disadap oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Gambarannya seperti mengirim surat tanpa amplop. Semua orang bisa melihat isi pesan tersebut. Namun jika menggunakan amplop tertutup, isi pesan menjadi lebih aman dan terlindungi.
Selain itu, penggunaan HTTPS juga meningkatkan kepercayaan pengunjung. Mereka akan merasa lebih nyaman saat mengakses website kamu.
2. Perbarui Sistem dan Aplikasi Secara Berkala
Jika subdomain kamu menggunakan CMS atau aplikasi tertentu, pastikan selalu diperbarui ke versi terbaru. Versi lama sering kali memiliki celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak luar.
Gambarannya seperti menggunakan kunci lama yang sudah rusak. Meskipun masih bisa digunakan, tingkat keamanannya sudah menurun dan lebih mudah dibobol.
Dengan melakukan update secara rutin, kamu bisa menutup celah keamanan dan menjaga website tetap aman.
3. Gunakan Password yang Kuat dan Tidak Mudah Ditebak
Pastikan semua akses yang berkaitan dengan subdomain, seperti cPanel atau login admin, menggunakan password yang kuat. Hindari penggunaan password yang sederhana atau mudah ditebak.
Gambarannya seperti menggunakan kunci pintu. Jika kuncinya terlalu sederhana, orang lain bisa dengan mudah membukanya. Namun jika menggunakan kunci yang kompleks, akan jauh lebih sulit untuk ditembus.
Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol agar password lebih aman.
4. Batasi Akses Pengguna
Jika website kamu dikelola oleh beberapa orang, berikan akses sesuai kebutuhan saja. Jangan semua orang memiliki akses penuh ke seluruh bagian website.
Gambarannya seperti sebuah kantor. Tidak semua karyawan memiliki akses ke semua ruangan. Hanya orang tertentu yang bisa masuk ke area penting.
Dengan membatasi akses, kamu bisa mengurangi risiko kesalahan atau penyalahgunaan dari dalam.
5. Gunakan Proteksi Direktori jika Diperlukan
Untuk bagian tertentu yang bersifat sensitif, kamu bisa menggunakan fitur proteksi direktori di cPanel. Ini akan menambahkan lapisan keamanan tambahan berupa username dan password.
Gambarannya seperti menambahkan pintu kedua di dalam ruangan. Meskipun seseorang berhasil masuk ke area utama, masih ada penghalang lain yang melindungi bagian penting.
Fitur ini sangat berguna untuk melindungi halaman admin atau data penting lainnya.
6. Hindari Menggunakan Script atau Plugin yang Tidak Jelas
Menggunakan script atau plugin dari sumber yang tidak terpercaya bisa menjadi celah keamanan yang besar. Selalu pastikan kamu menggunakan sumber yang resmi dan terpercaya.
Gambarannya seperti memasang alat dari sumber yang tidak jelas. Meskipun terlihat berfungsi, bisa saja di dalamnya terdapat sesuatu yang berbahaya.
Lebih baik menggunakan plugin yang sudah terbukti aman dan memiliki reputasi baik.
7. Lakukan Backup Secara Rutin
Backup adalah langkah penting yang sering diabaikan. Dengan melakukan backup secara rutin, kamu bisa mengembalikan website jika terjadi masalah seperti serangan atau error.
Gambarannya seperti memiliki salinan dokumen penting. Jika dokumen asli hilang atau rusak, kamu masih memiliki cadangannya.
Pastikan backup disimpan di tempat yang aman dan mudah diakses saat dibutuhkan.
8. Pantau Aktivitas dan Gunakan Tools Keamanan
Selalu pantau aktivitas yang terjadi pada subdomain kamu. Jika ada aktivitas mencurigakan, segera lakukan tindakan.
Gambarannya seperti memasang kamera pengawas. Kamu bisa mengetahui jika ada hal yang tidak normal dan langsung mengambil langkah pencegahan.
Kamu juga bisa menggunakan tools keamanan untuk membantu mendeteksi ancaman lebih awal.
9. Pisahkan Folder dengan Struktur yang Rapi
Pastikan setiap subdomain memiliki folder yang terpisah dan tidak saling bercampur dengan file lain. Ini membantu mengurangi risiko jika salah satu bagian terkena masalah.
Gambarannya seperti menyimpan barang di tempat yang berbeda sesuai kategori. Jika satu tempat bermasalah, tidak semua barang ikut terdampak.
Struktur yang rapi juga memudahkan kamu dalam pengelolaan dan perbaikan jika terjadi error.
Dengan memahami keamanan subdomain di cPanel yang perlu diperhatikan, kamu bisa menjaga website tetap aman dan stabil. Keamanan bukan hanya tugas sekali saja, tetapi perlu dilakukan secara terus-menerus agar website kamu tetap terlindungi dari berbagai ancaman.
Cara Lengkap Membuat Subdomain di cPanel dengan Sangat Mudah.
1. Yang pastinya di tahapan pertama kamu masuk dulu ke akun Hosting.
2. Langkah selanjutnya cari menu yang namanya “Domain”. Perhatikan gambar berikut:

3. Pada tahapan selanjutnya seperti pada gambar di bawah. Silahkan klik tombol ” Create A New Domain”.

4. Yang terakhir adalah membuat nama atau permalink untuk Subdomain. Yang kami contohkan adalah “member”. Kalau sudah maka klik tombol “Submit”. Coba lihat gambar berikut:

Cukup sekian, dan semoga bermanfaat.






