Related post adalah kumpulan artikel yang ditampilkan sebagai rekomendasi bacaan lain yang masih berhubungan dengan topik yang sedang dibaca pengunjung. Biasanya, bagian ini muncul di akhir artikel atau di tengah konten untuk membantu pembaca menemukan informasi yang relevan tanpa harus mencarinya sendiri. Bagi Anda sebagai pemilik website, related post bukan sekadar pelengkap tampilan, tetapi cara sederhana untuk mengarahkan pengunjung agar tetap berada di dalam blog Anda lebih lama.
Bagi pengunjung, postingan terkait memberikan pengalaman membaca yang lebih nyaman dan terarah. Saat seseorang selesai membaca satu artikel, mereka sering kali masih memiliki rasa ingin tahu terhadap topik yang sama. Di sinilah perannya menjadi penting, karena dapat langsung menawarkan lanjutan bacaan yang sesuai dengan minat mereka. Tanpa fitur ini, pengunjung mungkin akan meninggalkan website Anda dan mencari informasi di tempat lain, yang berarti Anda kehilangan peluang untuk membangun keterlibatan lebih dalam.
Selain itu, fitur ini juga membantu membangun hubungan antara konten yang Anda miliki. Dengan menghubungkan artikel satu dengan yang lain, Anda secara tidak langsung menciptakan alur membaca yang lebih terstruktur dan menyenangkan. Hal ini tidak hanya menguntungkan pembaca, tetapi juga meningkatkan nilai keseluruhan blog Anda di mata pengunjung. Semakin mudah mereka menemukan konten yang relevan, semakin besar kemungkinan mereka akan kembali lagi di kemudian hari.
Peran Related Post dalam Meningkatkan Kenyamanan Membaca.
Bagian rekomendasi artikel yang relevan sering dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar terhadap kenyamanan pembaca. Saat seseorang menikmati sebuah tulisan, mereka biasanya ingin melanjutkan eksplorasi tanpa harus repot mencari topik serupa dari awal. Di sinilah peran related post menjadi penting, karena mampu menciptakan pengalaman membaca yang lebih mulus, terarah, dan tidak terputus. Berikut beberapa peran utamanya yang bisa Anda pahami, baik sebagai pembaca maupun pemilik website.
1. Membantu Pembaca Melanjutkan Alur Bacaan Tanpa Gangguan
Ketika seseorang selesai membaca sebuah artikel, sering kali mereka masih berada dalam “alur berpikir” yang sama. Jika tidak ada rekomendasi lanjutan, mereka harus berhenti sejenak untuk mencari topik berikutnya, dan ini bisa mengganggu kenyamanan membaca. Dengan adanya related post, pembaca bisa langsung melanjutkan ke topik yang masih relevan tanpa kehilangan momentum.
Sebagai gambaran sederhana, bayangkan Anda sedang membaca buku tentang kebiasaan hidup sehat. Setelah menyelesaikan satu bab tentang pola makan, Anda langsung diberikan saran untuk membaca bab berikutnya tentang olahraga ringan. Anda tidak perlu menutup buku atau mencari referensi lain, karena semuanya sudah tersusun rapi. Pengalaman seperti ini terasa lebih nyaman dibandingkan harus berpindah-pindah sumber.
Bagi pemilik website, ini berarti Anda membantu pengunjung tetap fokus dan tidak “terlempar” ke tempat lain. Semakin mulus alur bacaan yang Anda berikan, semakin besar kemungkinan mereka akan terus menjelajahi konten Anda.
2. Mengurangi Rasa Bingung Saat Mencari Informasi Tambahan
Tidak semua pembaca tahu apa yang harus mereka cari selanjutnya. Bahkan setelah mendapatkan informasi utama, sering muncul pertanyaan lanjutan yang belum terjawab. Jika tidak ada arahan, mereka bisa merasa bingung dan akhirnya meninggalkan halaman tersebut.
Di sinilah related post berperan sebagai “pemandu”. Anda secara tidak langsung memberi petunjuk tentang topik lanjutan yang masih berkaitan. Ini membuat pembaca merasa lebih terbantu karena tidak perlu menebak-nebak langkah berikutnya.
Sebagai contoh, bayangkan seseorang sedang belajar memasak. Setelah memahami cara membuat nasi goreng, mereka mungkin ingin tahu lauk pendamping yang cocok. Jika langsung diberikan rekomendasi seperti resep ayam goreng atau sambal sederhana, proses belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Tanpa arahan tersebut, mereka harus mencari sendiri dan bisa saja memilih topik yang kurang relevan.
Bagi pemilik website, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Anda memahami kebutuhan pembaca, bahkan sebelum mereka menyadarinya.
3. Menciptakan Pengalaman Membaca yang Lebih Personal
Salah satu faktor penting dalam kenyamanan membaca adalah perasaan “dipahami”. Ketika pembaca menemukan rekomendasi yang sesuai dengan minat mereka, mereka akan merasa bahwa konten tersebut dibuat dengan perhatian, bukan sekadar kumpulan tulisan acak.
Related post bisa memberikan kesan personal ini. Ketika artikel yang ditampilkan benar-benar relevan, pembaca akan merasa seperti sedang dipandu secara khusus sesuai minatnya.
Sebagai ilustrasi, bayangkan Anda sedang mendengarkan playlist musik. Jika lagu berikutnya memiliki nuansa yang mirip dengan lagu sebelumnya, Anda akan merasa nyaman dan terus mendengarkan. Namun jika tiba-tiba lagu yang muncul sangat berbeda, pengalaman tersebut bisa terasa mengganggu. Hal yang sama berlaku dalam membaca.
Bagi pemilik website, ini berarti penting untuk memilih artikel yang benar-benar berkaitan, bukan sekadar asal menampilkan konten lain. Relevansi adalah kunci untuk menciptakan pengalaman yang terasa personal.
4. Mengurangi Rasa “Putus” Setelah Selesai Membaca
Sering kali, setelah menyelesaikan sebuah artikel, pembaca merasa seperti “terhenti” tanpa arah. Hal ini bisa membuat pengalaman membaca terasa kurang lengkap. Dengan adanya related post, Anda bisa menghilangkan kesan tersebut dan memberikan kelanjutan yang lebih alami.
Bayangkan Anda menonton sebuah serial. Setelah satu episode selesai, platform langsung merekomendasikan episode berikutnya atau cerita yang masih berkaitan. Anda tidak merasa berhenti, melainkan diajak untuk terus menikmati alur cerita.
Hal yang sama terjadi dalam dunia membaca. Ketika pembaca tidak merasa “ditinggalkan” setelah satu artikel selesai, mereka akan lebih nyaman dan cenderung bertahan lebih lama.
Bagi pemilik website, ini membantu menciptakan pengalaman yang terasa utuh, bukan terputus-putus.
5. Membantu Pembaca Menemukan Hal Baru Tanpa Usaha Berlebih
Kenyamanan tidak hanya soal kemudahan, tetapi juga tentang menemukan hal baru dengan cara yang menyenangkan. Related post memungkinkan pembaca menemukan topik lain yang masih relevan tanpa harus melakukan pencarian tambahan.
Sebagai contoh, bayangkan Anda sedang berjalan di sebuah toko buku. Anda datang untuk mencari satu buku tertentu, tetapi kemudian menemukan beberapa buku lain yang menarik karena diletakkan berdekatan dengan tema yang sama. Tanpa disadari, Anda menemukan lebih banyak hal yang sesuai dengan minat Anda.
Pengalaman seperti ini terasa menyenangkan karena tidak membutuhkan usaha ekstra. Pembaca tidak perlu berpikir keras atau melakukan pencarian ulang.
Bagi pemilik website, ini adalah cara halus untuk memperkenalkan konten lain tanpa terasa memaksa. Anda cukup menampilkan rekomendasi yang tepat, dan pembaca akan dengan sendirinya tertarik.
6. Meningkatkan Rasa Nyaman melalui Konsistensi Topik
Konsistensi adalah salah satu kunci kenyamanan dalam membaca. Ketika pembaca berpindah dari satu artikel ke artikel lain yang masih dalam tema yang sama, mereka akan merasa lebih fokus dan tidak perlu menyesuaikan diri lagi dari awal.
Related post membantu menjaga konsistensi ini. Dengan menampilkan topik yang masih berhubungan, Anda menjaga alur pemikiran pembaca tetap stabil.
Sebagai ilustrasi, bayangkan Anda sedang mengikuti kelas memasak. Akan terasa nyaman jika materi yang diberikan berurutan, misalnya dari dasar hingga tingkat lanjut. Namun jika tiba-tiba materi melompat ke topik yang tidak berkaitan, Anda akan merasa bingung dan kehilangan fokus.
Hal yang sama berlaku dalam membaca. Konsistensi membuat pengalaman menjadi lebih ringan dan menyenangkan.
Bagi pemilik website, ini berarti Anda tidak hanya menyajikan konten, tetapi juga mengatur perjalanan pembaca agar tetap nyaman dari awal hingga akhir.
Dengan memahami peran ini dalam meningkatkan kenyamanan membaca, Anda bisa melihat bahwa fitur tersebut bukan sekadar tambahan, melainkan bagian penting dari pengalaman pengguna. Ketika pembaca merasa nyaman, mereka tidak hanya bertahan lebih lama, tetapi juga lebih mungkin untuk kembali lagi di lain waktu.
Kesalahan Umum dalam Menampilkan Related Post.
Menampilkan related post memang terlihat sederhana, tetapi jika tidak dilakukan dengan tepat, justru bisa mengurangi kenyamanan pembaca. Alih-alih membantu, bagian ini bisa terasa mengganggu, tidak relevan, atau bahkan diabaikan sepenuhnya.
Untuk Anda sebagai pemilik atau pengelola website WordPress, penting memahami kesalahan-kesalahan umum berikut agar rekomendasi artikel benar-benar memberikan manfaat.
1. Menampilkan Artikel yang Tidak Relevan
Kesalahan paling sering terjadi adalah menampilkan artikel yang tidak memiliki hubungan jelas dengan topik utama. Hal ini membuat pembaca merasa bingung, bahkan bisa menurunkan kepercayaan terhadap kualitas konten Anda.
Sebagai gambaran, bayangkan Anda sedang membaca buku tentang manajemen waktu, lalu di akhir bab tiba-tiba direkomendasikan bacaan tentang sejarah kuno. Meskipun mungkin menarik, perpindahan topik yang terlalu jauh terasa janggal dan tidak membantu kebutuhan saat itu.
Pembaca datang dengan tujuan tertentu. Jika rekomendasi yang diberikan tidak mendukung tujuan tersebut, mereka cenderung mengabaikannya. Oleh karena itu, pastikan setiap artikel yang ditampilkan benar-benar memiliki keterkaitan, baik dari segi topik, pembahasan, maupun kebutuhan pembaca.
2. Terlalu Banyak Pilihan dalam Satu Waktu
Memberikan banyak pilihan memang terlihat baik, tetapi terlalu banyak justru bisa membuat pembaca kewalahan. Alih-alih memilih, mereka bisa merasa bingung dan akhirnya tidak mengklik apa pun.
Contohnya seperti saat Anda pergi ke restoran dengan menu yang sangat panjang. Bukannya memudahkan, terlalu banyak pilihan justru membuat Anda ragu dan butuh waktu lebih lama untuk memutuskan.
Hal yang sama berlaku di sini. Jika Anda menampilkan terlalu banyak rekomendasi sekaligus, fokus pembaca akan terpecah. Lebih baik menampilkan beberapa pilihan yang benar-benar relevan daripada banyak tetapi kurang terarah.
3. Penempatan yang Kurang Tepat
Letak related post juga sangat berpengaruh terhadap efektivitasnya. Jika ditempatkan di posisi yang tidak strategis, pembaca bisa saja tidak menyadarinya sama sekali.
Bayangkan Anda sedang membaca majalah, lalu rekomendasi artikel lain diletakkan di bagian yang sulit terlihat atau tersembunyi di tengah halaman. Kemungkinan besar Anda akan melewatkannya tanpa sadar.
Penempatan yang ideal biasanya berada di akhir artikel atau di bagian yang mudah terlihat tanpa mengganggu proses membaca. Tujuannya adalah membantu, bukan menginterupsi.
4. Judul yang Kurang Menarik
Meskipun topiknya relevan, judul yang kurang menarik bisa membuat pembaca enggan mengklik. Judul adalah hal pertama yang dilihat, sehingga harus mampu memancing rasa ingin tahu.
Sebagai ilustrasi, bayangkan Anda melihat dua buku: satu berjudul biasa saja, dan satu lagi memiliki judul yang lebih menggugah rasa penasaran. Meskipun isi keduanya bagus, Anda cenderung memilih yang lebih menarik perhatian terlebih dahulu.
Hal ini menunjukkan bahwa penyajian sangat penting. Pastikan judul artikel yang ditampilkan cukup jelas, menarik, dan mampu menggambarkan manfaat bagi pembaca.
5. Tidak Memperhatikan Kebutuhan Pembaca
Kesalahan lain adalah menampilkan artikel tanpa mempertimbangkan apa yang sebenarnya dibutuhkan pembaca setelah membaca konten utama. Padahal, setiap artikel biasanya memunculkan pertanyaan lanjutan yang berbeda.
Sebagai contoh, seseorang yang belajar memasak mungkin tidak hanya ingin tahu resep utama, tetapi juga tips tambahan, variasi menu, atau kesalahan yang perlu dihindari. Jika rekomendasi yang diberikan tidak menjawab kebutuhan tersebut, maka terasa kurang membantu.
Anda perlu berpikir dari sudut pandang pembaca: “Setelah membaca ini, apa yang kemungkinan ingin mereka ketahui selanjutnya?” Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa menjadi dasar dalam memilih artikel yang tepat.
6. Tampilan yang Kurang Menarik atau Membingungkan
Selain isi, tampilan juga berpengaruh besar. Jika related post ditampilkan dengan desain yang kurang rapi atau membingungkan, pembaca bisa kehilangan minat sebelum sempat membaca judulnya.
Bayangkan Anda melihat rak buku yang berantakan. Meskipun isinya bagus, Anda mungkin enggan untuk mencari lebih jauh karena tampilannya tidak nyaman.
Sebaliknya, tampilan yang rapi dan jelas akan membuat pembaca lebih mudah melihat pilihan yang tersedia. Gunakan tata letak yang sederhana, mudah dipahami, dan tidak mengganggu kenyamanan membaca.
7. Terlalu Memaksakan Rekomendasi
Kesalahan terakhir adalah terlalu “memaksa” pembaca untuk membuka artikel lain. Ini bisa terjadi jika jumlah rekomendasi terlalu banyak, tampilannya terlalu mencolok, atau muncul di saat yang tidak tepat.
Sebagai contoh, bayangkan Anda sedang fokus membaca sebuah buku, lalu terus-menerus disela dengan promosi buku lain. Lama-kelamaan, hal ini justru mengganggu dan membuat Anda kehilangan fokus.
Rekomendasi seharusnya terasa natural, bukan memaksa. Tujuannya adalah membantu pembaca, bukan mengalihkan perhatian mereka secara berlebihan.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, Anda bisa menjadikan related post sebagai bagian yang benar-benar bermanfaat. Ketika ditampilkan dengan tepat, fitur ini tidak hanya membantu pembaca menemukan konten lain, tetapi juga menciptakan pengalaman membaca yang lebih nyaman, terarah, dan menyenangkan.
Tips Memilih Artikel yang Tepat untuk Ditampilkan sebagai Related Post.
Menentukan artikel yang tepat untuk ditampilkan sebagai related post bukan sekadar soal mengisi bagian kosong di akhir tulisan. Bagi Anda sebagai pemilik website, ini adalah kesempatan untuk mengarahkan pembaca agar tetap terlibat dengan konten yang Anda miliki. Jika dipilih dengan tepat, pembaca akan merasa terbantu. Sebaliknya, jika asal memilih, bagian ini justru akan diabaikan.
Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan.
1. Pilih Artikel yang Masih Satu Topik atau Pembahasan
Hal paling dasar adalah memastikan artikel yang ditampilkan masih memiliki hubungan yang jelas dengan topik utama. Keterkaitan ini membantu pembaca melanjutkan pemahaman tanpa harus berpindah konteks terlalu jauh.
Sebagai contoh, bayangkan Anda sedang belajar memasak sup. Setelah memahami resep dasar, Anda akan lebih tertarik membaca variasi sup lain atau tips menyempurnakan rasa, dibandingkan langsung berpindah ke topik kue. Alur seperti ini terasa lebih natural dan nyaman diikuti.
Dengan memilih artikel yang masih satu pembahasan, Anda membantu pembaca tetap fokus dan tidak kehilangan arah.
2. Sesuaikan dengan Kebutuhan Lanjutan Pembaca
Setiap artikel biasanya memunculkan pertanyaan baru di benak pembaca. Tugas Anda adalah mengantisipasi kebutuhan tersebut dan menyediakan jawaban melalui artikel lain.
Sebagai gambaran, seseorang yang baru belajar olahraga ringan mungkin akan bertanya, “Apa gerakan selanjutnya?” atau “Bagaimana agar tetap konsisten?” Jika Anda menampilkan artikel yang menjawab pertanyaan tersebut, pembaca akan merasa sangat terbantu.
Coba posisikan diri sebagai pembaca: setelah membaca satu artikel, apa yang kemungkinan ingin diketahui selanjutnya? Dari situlah Anda bisa menentukan pilihan yang lebih tepat.
3. Utamakan Artikel yang Paling Memberikan Nilai
Tidak semua artikel memiliki bobot yang sama. Beberapa mungkin lebih mendalam, lebih lengkap, atau lebih bermanfaat dibandingkan yang lain. Pilihlah artikel yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi pembaca.
Bayangkan Anda sedang mencari rekomendasi buku. Tentu Anda akan lebih tertarik pada buku yang paling informatif dan mudah dipahami, bukan yang isinya dangkal. Hal yang sama berlaku di sini.
Dengan menampilkan artikel yang berkualitas, Anda tidak hanya membantu pembaca, tetapi juga meningkatkan citra keseluruhan blog Anda.
4. Perhatikan Alur dan Urutan Bacaan
Artikel yang ditampilkan sebaiknya memiliki urutan yang logis, sehingga pembaca merasa seperti mengikuti sebuah perjalanan, bukan sekadar loncat dari satu topik ke topik lain.
Sebagai ilustrasi, bayangkan Anda mengikuti kursus memasak. Materi biasanya disusun dari dasar hingga lanjutan. Jika urutannya jelas, Anda akan lebih mudah memahami setiap tahap.
Anda bisa menerapkan konsep yang sama dengan memilih artikel yang menjadi “lanjutan alami” dari pembahasan sebelumnya. Ini akan membuat pengalaman membaca terasa lebih terstruktur.
5. Pilih Artikel dengan Judul yang Menarik Perhatian
Meskipun isi artikel penting, judul tetap menjadi faktor utama yang menentukan apakah pembaca akan mengklik atau tidak. Pilih artikel yang memiliki judul jelas, menarik, dan mampu memancing rasa ingin tahu.
Sebagai contoh, bayangkan Anda melihat dua pilihan: satu dengan judul biasa saja, dan satu lagi dengan judul yang lebih spesifik dan menggugah. Kemungkinan besar Anda akan memilih yang kedua.
Judul yang baik akan meningkatkan peluang artikel tersebut untuk dibaca, sehingga bagian related post menjadi lebih efektif.
6. Jangan Terlalu Banyak Menampilkan Pilihan
Memberikan terlalu banyak pilihan justru bisa membuat pembaca bingung. Alih-alih membantu, hal ini bisa membuat mereka tidak memilih apa pun.
Bayangkan Anda masuk ke toko dengan terlalu banyak produk serupa. Bukannya mudah memilih, Anda justru merasa ragu dan akhirnya tidak membeli.
Lebih baik tampilkan beberapa artikel yang benar-benar relevan dan berkualitas daripada banyak tetapi kurang tepat. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas.
7. Perhatikan Konsistensi Gaya dan Sudut Pandang
Selain topik, gaya penulisan dan sudut pandang juga penting. Jika pembaca merasa nyaman dengan satu artikel, mereka cenderung ingin membaca konten lain dengan gaya yang serupa.
Sebagai ilustrasi, bayangkan Anda menikmati sebuah buku karena cara penulisannya ringan dan mudah dipahami. Jika buku berikutnya tiba-tiba menggunakan gaya yang sangat berbeda, Anda mungkin merasa kurang nyaman.
Dengan menjaga konsistensi, Anda menciptakan pengalaman membaca yang lebih stabil dan menyenangkan.
Hal ini adalah tentang memahami pembaca. Ketika Anda mampu menghadirkan rekomendasi yang relevan, bernilai, dan sesuai kebutuhan, pembaca tidak hanya akan bertahan lebih lama, tetapi juga merasa bahwa konten Anda benar-benar membantu. Inilah yang pada akhirnya membuat mereka ingin kembali lagi di lain waktu.
Perbedaan Related Post dan Daftar Isi yang ada di Postingan.
Meskipun sama-sama membantu pembaca menemukan konten lain, related post dan daftar isi memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting, terutama bagi Anda sebagai pemilik website, agar bisa menempatkan keduanya secara tepat dan tidak saling menggantikan.
1. Tujuan Utama yang Berbeda
Daftar isi dibuat untuk membantu pembaca memahami struktur dalam satu artikel. Fungsinya lebih ke navigasi internal, sehingga pembaca bisa langsung menuju bagian yang mereka butuhkan tanpa harus membaca dari awal.
Sebaliknya, related post bertujuan untuk mengarahkan pembaca ke artikel lain yang masih berkaitan. Fokusnya bukan pada satu halaman, melainkan memperluas pengalaman membaca ke konten lain.
Sebagai gambaran, bayangkan Anda membaca sebuah buku. Daftar isi adalah panduan untuk melihat isi dalam buku tersebut, sedangkan related post seperti rekomendasi buku lain yang masih memiliki tema serupa.
2. Letak dan Posisi dalam Konten
Daftar isi biasanya berada di bagian awal artikel, tepat setelah pembukaan. Tujuannya agar pembaca langsung mendapatkan gambaran isi sebelum mulai membaca lebih jauh.
Sementara itu, related post чаще ditempatkan di akhir artikel atau di sela-sela konten. Penempatannya bertujuan untuk muncul di saat pembaca sudah selesai atau hampir selesai membaca.
Contohnya seperti menonton film: daftar isi ibarat sinopsis di awal, sedangkan related post seperti rekomendasi film lain yang muncul setelah film selesai.
3. Fokus pada Konten Internal vs Konten Lain
Daftar isi hanya berisi bagian-bagian dari satu artikel yang sama. Jadi, semua yang ditampilkan masih berada dalam satu halaman.
Berbeda dengan related post yang mengarah ke halaman atau artikel lain. Ini membuat pembaca bisa berpindah dari satu topik ke topik lain yang masih berkaitan.
Sebagai ilustrasi, daftar isi seperti peta dalam satu kota, sedangkan related post seperti petunjuk menuju kota lain yang masih berada dalam satu wilayah.
4. Peran dalam Pengalaman Membaca
Daftar isi membantu pembaca membaca dengan lebih efisien. Mereka bisa langsung menuju bagian yang dianggap penting tanpa harus membaca semuanya.
Di sisi lain, related post membantu memperpanjang pengalaman membaca. Setelah selesai, pembaca tidak berhenti begitu saja, tetapi bisa melanjutkan ke topik lain.
Contohnya, saat belajar memasak: daftar isi membantu Anda langsung ke bagian resep, sedangkan related post mengajak Anda mencoba menu lain setelah selesai.
5. Waktu Digunakan oleh Pembaca
Daftar isi biasanya digunakan di awal atau saat pembaca ingin melompat ke bagian tertentu dalam artikel. Sebaliknya, related post lebih sering digunakan setelah pembaca selesai membaca dan ingin mencari informasi tambahan.
Perbedaan waktu penggunaan ini membuat keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa memanfaatkan keduanya secara maksimal. Daftar isi membantu pembaca menjelajahi satu artikel dengan lebih mudah, sementara related post membantu mereka menemukan konten lain yang relevan. Jika digunakan bersama dengan tepat, pengalaman membaca akan terasa jauh lebih nyaman dan terarah.
Cara Membuat Related Post di WordPress Otomatis dengan Mudah.
1. Masuk ke Akun Admin Dasbor.
Langkah pertama pastikan sudah masuk ke admin, dan setelah itu memasang plugin “Related Post”. Tampilannya seperti gambar dibawah:

2. Menentukan Tipe yang akan dijadikan Postingan Terkait.
Kalau plugin tersebut sudah aktif, langkah selanjutnya pengaturan tipe post saja yang akan menjadi related post. Coba lihat gambar berikut:

3. Memilih Semua Kategori.
Yang terakhir pastikan kategori yang Anda pilih adalah “All” agar semuanya bisa menjadi postingan terkait berdasarkan kategori. Coba perhatikan gambar berikut:

Cukup sekian dan semoga bermanfaat.






