Cara Mengubah Bahasa Default WordPress ke Bahasa Indonesia

Bahasa Situs termasuk fitur yang menentukan bahasa utama yang digunakan di seluruh tampilan WordPress kamu. Ini mencakup area dashboard (admin), menu, tombol, hingga teks bawaan dari tema dan plugin.

Misalnya, jika kamu memilih Bahasa Indonesia, maka sebagian besar tampilan WordPress akan otomatis berubah ke Bahasa Indonesia. Sebaliknya, jika kamu memilih English (United States), maka tampilannya akan menggunakan bahasa Inggris.

Dan ketika kamu mengatur Bahasa Situs, beberapa bagian berikut akan ikut berubah:

  1. Menu di dashboard WordPress
  2. Teks default seperti “Read More”, “Comments”, dan lainnya. Tergantung template yang digunakan.
  3. Notifikasi sistem
  4. Beberapa bagian dari tema dan plugin (jika mendukung terjemahan)

Namun perlu kamu tahu, konten yang kamu tulis seperti artikel atau halaman tidak akan otomatis diterjemahkan. Bahasa Situs hanya mengatur tampilan sistem, bukan isi konten.

Fungsi dan Manfaat Fitur Bahasa Situs di WordPress

Jika kamu sedang mengelola website dengan WordPress, mungkin kamu pernah melihat pengaturan Bahasa Situs di bagian Settings. Fitur ini sering dianggap sepele, padahal memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana konten ditampilkan dan dipahami oleh pengunjung.

Dengan pengaturan bahasa yang tepat, website kamu bisa terlihat lebih profesional, mudah dipahami, dan bahkan berpengaruh pada pengalaman pengguna secara keseluruhan. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai fungsi dan manfaatnya yang perlu kamu ketahui.

1. Menyesuaikan Tampilan Website dengan Bahasa Pengunjung

Fungsi utama dari fitur ini adalah untuk menyesuaikan tampilan website agar sesuai dengan bahasa target audiens. Saat kamu memilih bahasa tertentu, WordPress akan secara otomatis menerjemahkan elemen bawaan seperti menu, tombol, tanggal, dan teks default lainnya.

Sebagai contoh, jika pengunjung kamu mayoritas berasal dari Indonesia, maka penggunaan bahasa Indonesia akan membuat mereka lebih nyaman saat membaca dan menjelajahi website. Hal ini juga membantu mengurangi kebingungan saat mereka berinteraksi dengan berbagai fitur yang ada.

2. Meningkatkan Pengalaman Pengguna (User Experience)

Pengalaman pengguna atau user experience menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan sebuah website. Dengan pengaturan bahasa yang tepat, pengunjung tidak perlu berpikir dua kali untuk memahami isi dan navigasi situs.

Jika website menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan pengunjung, mereka cenderung cepat keluar karena merasa kesulitan. Sebaliknya, penggunaan bahasa yang familiar akan membuat mereka lebih betah, sehingga peluang interaksi dan konversi pun meningkat.

3. Mempermudah Pengelolaan Dashboard WordPress

Manfaat lain yang sering dirasakan adalah kemudahan dalam mengelola website. Saat kamu mengatur bahasa sesuai preferensi, tampilan dashboard WordPress juga akan menyesuaikan.

Ini sangat membantu terutama bagi pemula yang belum terbiasa dengan istilah-istilah dalam bahasa asing. Dengan dashboard yang mudah dipahami, proses membuat artikel, mengatur plugin, hingga melakukan pengaturan lainnya jadi lebih cepat dan efisien.

4. Mendukung Pengembangan Website Multibahasa

Meskipun pengaturan ini hanya mengatur satu bahasa utama, fitur ini tetap menjadi fondasi penting jika kamu ingin membuat website multibahasa.

Dengan menentukan bahasa utama yang jelas, kamu bisa lebih mudah menambahkan bahasa lain menggunakan plugin seperti WPML, Polylang, atau TranslatePress. Ini memungkinkan kamu menjangkau audiens yang lebih luas dari berbagai negara.

5. Membantu Meningkatkan Kredibilitas Website

Website yang menggunakan bahasa yang sesuai dengan target audiens akan terlihat lebih profesional dan terpercaya. Pengunjung akan merasa bahwa website tersebut memang dibuat khusus untuk mereka, bukan sekadar hasil terjemahan asal-asalan.

Hal ini sangat penting terutama jika kamu menjalankan website bisnis, toko online, atau layanan jasa. Kepercayaan pengunjung bisa meningkat hanya dari penggunaan bahasa yang tepat.

6. Berpengaruh pada SEO Secara Tidak Langsung

Meskipun tidak secara langsung memengaruhi peringkat di mesin pencari, pengaturan bahasa tetap memiliki dampak terhadap SEO.

Ketika pengunjung merasa nyaman dan menghabiskan lebih banyak waktu di website, maka bounce rate bisa menurun dan engagement meningkat. Faktor-faktor ini menjadi sinyal positif bagi mesin pencari seperti Google.

Selain itu, penggunaan bahasa yang sesuai juga mempermudah kamu dalam membuat konten yang relevan dengan kata kunci yang dicari oleh audiens.

7. Menyesuaikan Format Lokal (Tanggal, Waktu, dan Lainnya)

Selain teks, fitur ini juga berfungsi untuk menyesuaikan format lokal seperti tanggal, waktu, hingga format penulisan tertentu.

Misalnya, format tanggal di Indonesia berbeda dengan format di Amerika. Dengan pengaturan yang tepat, semua elemen ini akan otomatis menyesuaikan sehingga terlihat lebih natural bagi pengunjung.

8. Mengurangi Kesalahan Pemahaman Konten

Penggunaan bahasa yang tidak tepat bisa menyebabkan kesalahpahaman dalam menyampaikan informasi. Ini bisa berdampak buruk, terutama jika website kamu berisi informasi penting atau bersifat edukatif.

Dengan memilih bahasa yang sesuai, pesan yang ingin kamu sampaikan bisa diterima dengan lebih jelas dan akurat oleh pengunjung.


Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa fitur Bahasa Situs di WordPress bukan hanya sekadar pengaturan sederhana. Fitur ini memiliki banyak fungsi dan manfaat yang berpengaruh langsung pada kenyamanan pengunjung, kemudahan pengelolaan, hingga perkembangan website secara keseluruhan.

Jadi, pastikan kamu memilih pengaturan bahasa yang sesuai dengan target audiens agar website kamu bisa tampil maksimal dan memberikan pengalaman terbaik. Dan silahkan baca juga tentang tips lengkap mengubah icon WordPress.

Perbedaan Bahasa Situs dan Bahasa Pengguna di WordPress.

Saat mengelola website WordPress, kamu mungkin pernah menemukan dua istilah yang terlihat mirip, yaitu Bahasa Situs dan Bahasa Pengguna. Sekilas keduanya tampak sama, padahal sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda.

Memahami perbedaan ini sangat penting agar kamu bisa mengatur website dengan lebih tepat, terutama jika website dikelola oleh lebih dari satu orang atau memiliki banyak pengguna dengan kebutuhan berbeda. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Pengertian Bahasa Situs di WordPress

Bahasa Situs adalah pengaturan bahasa utama yang digunakan untuk keseluruhan tampilan website. Pengaturan ini memengaruhi elemen bawaan WordPress seperti menu, tombol, pesan sistem, hingga sebagian tampilan tema dan plugin.

Artinya, ketika kamu mengatur bahasa utama ke Bahasa Indonesia, maka sebagian besar tampilan website, baik di frontend maupun backend, akan mengikuti bahasa tersebut.

Pengaturan ini biasanya digunakan untuk menyesuaikan website dengan target pengunjung utama agar mereka lebih mudah memahami isi dan navigasi situs.

2. Pengertian Bahasa Pengguna di WordPress

Berbeda dengan Bahasa Situs, Bahasa Pengguna adalah pengaturan bahasa yang berlaku khusus untuk masing-masing akun pengguna di dashboard WordPress.

Setiap user bisa memilih bahasa yang mereka inginkan tanpa memengaruhi tampilan website secara keseluruhan. Jadi, meskipun bahasa utama website menggunakan Bahasa Indonesia, seorang pengguna bisa saja mengatur dashboard mereka ke Bahasa Inggris.

Fitur ini sangat berguna jika website kamu dikelola oleh tim dengan latar belakang bahasa yang berbeda.

3. Perbedaan dari Segi Fungsi

Perbedaan paling mendasar terletak pada fungsinya. Bahasa Situs digunakan untuk mengatur tampilan global website, sedangkan Bahasa Pengguna hanya memengaruhi pengalaman individu saat mengakses dashboard.

Dengan kata lain, yang satu bersifat umum (global), sementara yang satu lagi bersifat personal.

Hal ini memungkinkan fleksibilitas dalam pengelolaan website tanpa harus mengorbankan kenyamanan pengguna lain.

4. Perbedaan dari Segi Pengaruh

Bahasa Situs memiliki pengaruh yang lebih luas karena mencakup tampilan yang dilihat oleh pengunjung. Semua orang yang mengakses website akan melihat bahasa yang sama sesuai pengaturan ini.

Sebaliknya, Bahasa Pengguna tidak berdampak pada pengunjung sama sekali. Pengaturan ini hanya berlaku di sisi admin atau dashboard dan hanya dirasakan oleh pengguna yang mengaturnya.

5. Perbedaan dari Segi Lokasi Pengaturan

Untuk mengatur Bahasa Situs, kamu bisa masuk ke menu Settings > General di dashboard WordPress. Di sana tersedia opsi untuk memilih bahasa utama yang diinginkan.

Sedangkan Bahasa Pengguna bisa diatur melalui menu Users > Profile. Setiap pengguna dapat memilih bahasa mereka sendiri sesuai preferensi masing-masing.

Perbedaan lokasi ini menunjukkan bahwa keduanya memang dirancang untuk kebutuhan yang berbeda.

6. Kapan Harus Menggunakan Bahasa Situs

Pengaturan ini sebaiknya kamu sesuaikan dengan target utama pengunjung website. Jika mayoritas pengunjung berasal dari Indonesia, maka menggunakan Bahasa Indonesia adalah pilihan yang tepat.

Namun, jika kamu menargetkan audiens global, Bahasa Inggris biasanya menjadi pilihan utama karena lebih universal.

Pemilihan yang tepat akan membantu meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan pengunjung.

7. Kapan Harus Menggunakan Bahasa Pengguna

Bahasa Pengguna lebih cocok digunakan dalam situasi di mana website dikelola oleh banyak orang dengan preferensi bahasa yang berbeda.

Misalnya, kamu bekerja dalam tim internasional. Kamu bisa tetap menggunakan bahasa lokal untuk website, sementara anggota tim lain menggunakan bahasa yang mereka pahami di dashboard.

Dengan begitu, setiap pengguna tetap bisa bekerja dengan nyaman tanpa mengganggu pengaturan utama website.

8. Kesimpulan Perbedaan Keduanya

Secara sederhana, perbedaan antara Bahasa Situs dan Bahasa Pengguna terletak pada cakupan dan fungsinya. Bahasa Situs mengatur tampilan global website untuk pengunjung, sedangkan Bahasa Pengguna hanya mengatur tampilan dashboard untuk masing-masing user.

Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih bijak dalam mengatur WordPress sesuai kebutuhan, baik untuk pengunjung maupun untuk tim pengelola website. Jadi, pastikan kamu tidak salah dalam menggunakan kedua fitur ini agar website tetap optimal dan mudah dikelola. Monggo dibaca juga tentang mengganti judul dan slogan WordPress.

Tips Memilih Bahasa Situs yang Tepat untuk Target Audiens.

Saat mengatur website di WordPress, banyak orang mengira pemilihan Bahasa Situs hanya berdampak pada konten yang ditulis. Padahal, fitur ini lebih berfokus pada tampilan sistem seperti dashboard, menu, tombol, format tanggal, hingga elemen bawaan lainnya.

Karena itu, memilih pengaturan bahasa yang tepat tetap penting agar website terasa konsisten, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan pengunjung maupun pengelola. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan.

1. Sesuaikan dengan Bahasa Mayoritas Pengunjung

Meskipun fitur ini tidak langsung menerjemahkan konten, tampilan elemen seperti tombol “Read More”, “Search”, atau komentar tetap mengikuti bahasa yang dipilih.

Jika mayoritas pengunjung berasal dari Indonesia, menggunakan bahasa Indonesia akan membuat elemen-elemen tersebut lebih mudah dipahami. Ini membantu meningkatkan kenyamanan saat mereka berinteraksi dengan website.

2. Pertimbangkan Kemudahan Pengelolaan Dashboard

Pengaturan bahasa tidak hanya berdampak ke front-end, tetapi juga ke dashboard WordPress.

Jika kamu atau tim lebih nyaman menggunakan bahasa tertentu, pilihlah bahasa tersebut agar proses pengelolaan lebih mudah. Menu, pengaturan, dan notifikasi akan tampil sesuai bahasa yang dipilih, sehingga mengurangi risiko kesalahan saat mengelola website.

3. Perhatikan Bahasa Default Tema dan Plugin

Tidak semua tema dan plugin mendukung semua bahasa secara sempurna. Ada beberapa yang hanya menyediakan terjemahan dalam bahasa tertentu, biasanya bahasa Inggris.

Jika kamu memilih bahasa yang tidak didukung sepenuhnya, sebagian teks mungkin tetap tampil dalam bahasa asli. Karena itu, pastikan tema dan plugin yang digunakan kompatibel dengan bahasa yang kamu pilih agar tampilan tetap konsisten.

4. Pilih Bahasa yang Mendukung Format Lokal

Fitur ini juga memengaruhi format penulisan seperti tanggal, waktu, dan angka.

Dengan memilih bahasa yang sesuai, format tersebut akan otomatis menyesuaikan. Misalnya, format tanggal Indonesia berbeda dengan format Amerika. Hal kecil seperti ini bisa membuat website terasa lebih familiar bagi pengunjung.

5. Gunakan Bahasa Umum Jika Menargetkan Audiens Luas

Jika website kamu ditujukan untuk audiens internasional, memilih bahasa Inggris sebagai default sering menjadi pilihan paling aman.

Banyak tema dan plugin WordPress yang dikembangkan dengan dukungan utama bahasa Inggris, sehingga kompatibilitasnya lebih baik dan minim error tampilan.

6. Hindari Mengganti Bahasa Terlalu Sering

Mengubah pengaturan bahasa secara berulang bisa menyebabkan ketidakkonsistenan, terutama jika ada cache atau plugin tertentu yang terlibat.

Selain itu, perubahan mendadak juga bisa membingungkan pengunjung tetap yang sudah terbiasa dengan tampilan sebelumnya. Sebaiknya tentukan pilihan sejak awal dan gunakan secara konsisten.

7. Sesuaikan dengan Kebutuhan Website, Bukan Tren

Tidak semua website harus menggunakan bahasa Inggris agar terlihat profesional. Jika target kamu jelas lokal, justru penggunaan bahasa lokal akan terasa lebih relevan.

Fokus utama dari pengaturan ini adalah kenyamanan penggunaan, bukan sekadar mengikuti tren.

8. Kombinasikan dengan Pengaturan Bahasa Pengguna (User Language)

WordPress juga memiliki fitur Bahasa Pengguna, yang memungkinkan setiap user dalam dashboard memilih bahasa masing-masing.

Ini sangat berguna jika website dikelola oleh tim dengan preferensi bahasa berbeda. Kamu bisa tetap menggunakan satu bahasa utama untuk situs, sementara setiap pengguna bebas menyesuaikan bahasa di dashboard mereka.

9. Uji Tampilan Setelah Mengganti Bahasa

Setelah mengubah pengaturan, sebaiknya cek kembali tampilan website secara keseluruhan.

Perhatikan apakah semua elemen sudah diterjemahkan dengan benar, apakah ada teks yang masih campur, atau apakah ada tampilan yang kurang rapi. Dengan melakukan pengecekan, kamu bisa memastikan pengalaman pengguna tetap optimal.


Memilih Bahasa yang tepat di WordPress bukan hanya soal preferensi, tetapi juga tentang kenyamanan penggunaan, konsistensi tampilan, dan kompatibilitas sistem. Dengan memahami cara kerja fitur ini dan menerapkan tips di atas, kamu bisa memastikan website berjalan dengan lebih optimal, baik dari sisi pengunjung maupun pengelola.

Cara Praktis Mengubah Bahasa Default WordPress ke Bahasa Indonesia.

1. Tahapan pertama silahkan masuk ke Akun Admin WordPress.

2. Jika sudah masuk ke Dasbor WordPress, silahkan pilih menu Pengaturan Umum.

3. Kemudian geser ke bawah sampai menemukan menu untuk mengubah bahasa Indonesia, dan Zona waktu. Lebih jelasnya silahkan lihat gambar berikut:

Bahasa Situs WordPress

4. Langkah yang terakhir, klik tombol Simpan Pengaturan.

Alhamdulillah, sampai sini sudah selesai. Terimakasih sudah berkunjung ke Hoscerki.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *